"Lihat langit itu!" kata dia,
"Kosong. Apa yang harus dilihat?"kata dia yang satu lagi
"Bodoh kau! lihat itu! banyak awan...banyak mimpi."
"Kau yang bodoh! Kalau mereka sudah lebih memperdulikan kita daripada gaji yang tak pernah cukup untuk mereka, baru kau boleh bermimipi."
"Tapi mereka bilang mau wujudkan mimipiku. Kalau ku tusuk muka mereka di kertas itu."
"Hah! Kasihan sekali kau... Mereka tidak akan merubah kata menjadi tindak. Terus saja kau bermimpi."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar